Alasan utama sesungguh nya mengapa sebagian orang Indonesia khususnya generasi muda sangat terobsesi untuk menjadi ASN Millenial karena ASN Millenial adalah pekerjaan idaman mertua masa kini

Musim tes CPNS atau lebih kita kenal saat ini dengan sebutan ASN Millenial telah tiba ketika dibuka nya pendaftaran ASN Millenial tahun 2019 pada akhir tahun lalu. Setelah tahapan administrasi dan masa sanggah telah selesai dilaksanakan pada akhir tahun 2019, seleksi ASN Millenial pun berlanjut hingga kini di 2020, dimana tes CAT (Computer Assisted Test) sudah mulai berlangsung dari mulai 27 Januari hingga akhir Februari nanti.

Animo pelamar masih sangat tinggi untuk menjadi ASN Millenial dimana pada tahun 2019 saja tercatat ada lebih dari 5 Juta pelamar yang mandaftar untuk memperebutkan 152 Ribu formasi yang dibuka saat ini. Artinya, setiap 1 jabatan di perebutkan oleh 32 orang.

Banyak sekali serba serbi hal yang terjadi dalam proses seleksi ASN Millenial ini, seperti yang kita ingat pada awal November 2018 saat penyelenggaraan tes ASN Millenial di Madiun dan Jember, ketika para peserta diperiksa saat masuk ruang tes, beberapa diantaranya ketahuan membawa jimat (local wisdom). (Kalo dia lolos seleksi ASN Millenial pake Jimat, kira-kira gaji nya halal ga yaa? Serius nanya). Namun tidak bisa kita pungkiri, di sisi lain maraknya penggunaan local wisdom untuk seleksi ASN Millenial adalah hal yang bagus karena ada perputaran ekonomi di kalangan penjualan Jimat (Sovenir barang antik).

Selain penggunaan Jimat, cara lain yang marak di gunakan dalam proses seleksi ASN Millenial adalah penggunaan jasa para calo (belom jadi ASN aja udah KKN). Mereka atau bahkan orang tua mereka rela menggelontorkan uang yang tidak sedikit hanya untuk 1 formasi ASN Millenial.  

Kejadian di atas bukan yang pertama kali terjadi. Dari hal tersebut membuktikan bahwa sebagian warga Indonesia memang terobsesi untuk menjadi ASN Millenial.

Besaran gaji pokok dan tunjangan-tunjangan ASN Millenial sebenernya biasa aja sih jika dibandingkan dengan gaji perusahaan BUMN atau Instansi Non Sipil Pemerintah lainnya.

Lalu mengapa banyak orang, khusus nya generasi muda Indonesia terobsesi menjadi ASN Millenial?

Alasan utama sesungguh nya mengapa sebagian orang Indonesia khususnya generasi muda sangat terobsesi untuk menjadi ASN Millenial karena ASN Millenial adalah pekerjaan idaman mertua masa kini. Orang tua-orang tua kolot disana masih menganggap ASN Millenial adalah pekerjaan yang seksi untuk menjamin masa depan anak-anak mereka baik secara finansial maupun secara gengsi sosial (yang padahal mah yaaa gitu-gitu aja). Hal ini lah yang menyebabkan banyak generasi muda di Indonesia berebut kursi ASN Millenial hanya untuk meminang sang (orang tua) pujaan hati.

Kalau dulu Nikola Tesla ikut seleksi CPNS, dia pake Jimat juga nggk yaaa?