Seluruh dunia baru saja menyaksikan pertandingan UFC kelas Light Heavyweight pada tanggal 9 Februari 2020 dimana Jon Jones sang juara bertarung dengan penantangnya yaitu Dominick Reyes. Hasil pertarungan ini pun selesai sampai 5 ronde dimana Jon Jones berhasil keluar sebagai pemenang dan mempertahankan gelar juaranya. Akan tetapi hasil dari pertarungan ini sangatlah kontroversial menurut banyak pihak, bahkan banyak petarung UFC yang heran dengan hasil ini.

Mengapa hasil pertarungan ini dianggap sebagai kontroversi? Karena sejak ronde pertama hingga ronde ketiga Dominick Reyes berhasil mendominasi Jones dan mendaratkan beberapa serangan yang cukup telak dan bahkan reyes berhasil memukul jatuh jones! Jika melihat jumlah serangan dari kedua petarung Reyes memiliki jumlah serangan yang lebih banyak dibandingkan oleh Jones, dimana pada ronde pertama Reyes melancarkan 21 serangan berbanding 12 serangan yang dilakukan oleh Jones. Pada ronde kedua dan ketiga Reyes kembali berhasil mengungguli Jones dengan 27 serangan berbanding 21 serangan (ronde 2) dan 23 berbanding 19 (ronde 3). Pada Ronde keempat dan kelima keadaan berbalik dimana Jones berhasil mengguli Reyes dalam jumlah serangan sebanyak 19 berbanding 14 (ronde 4) dan 25 berbanding 18 (ronde 5).

Walaupun berhasil unggul dalam jumlah serangan, Reyes harus menerima kenyataan kalah dari Jones, dimana juri memberikan angka kemenangan pada sang juara bertahan dengan nilai 48-47, 48-47, dan 49-46, melihat hasil ini banyak pihak yang merasa juri tidak adil dan telah merugikan Reyes. Walaupun dari segi serangan Reyes lebih unggul, keputusan juri lah yang paling mutlak, Jon Jones masih menjadi juara UFC kelas Light HeavyWeight, pada pertarungan kali ini Jones berhasil membuat rekor baru baginya yaitu mempertahankan rekor kemenangan beruntunnya dengan 18 laga tanpa kekalahan. Selain itu Jones juga berhasil melawati catatan sang legenda UFC yaitu Georges St-Peirre dalam perebutan gelar juara dengan membukukan 14 kemenangan. Selamat untuk sangan juara Jon Jones!